Kenapa Kita??

Posted: September 11, 2008 in artikel
  • Kita memiliki gedung-gedung yang lebih tinggi, tetapi semakin rendah ketahanan kita akan amarah
  • Kita membangun jalan-jalan yang besar, tetapi wawasan kita semakin sempit
  • Kita banyak menghabiskan uang, tetapi semakin sedikit apa yang kita punya
  • Banyak membeli, tetapi semakin sedikit yang kita nikmati
  • Rumah-rumah kita bertambah besar, akan tetapi keluarga kita semakin kecil
  • Rumah yana semakin nyaman, tetapi semakin sedikit waktu yang kita miliki untuk menikmatyinya
  • Rumah-rumah yang semakin elok, tetapi keluarga yang berantakan
  • Inilah masa pendapatan yang berganda tetapi penceraian bertambah
  • Kita memiliki semakin banyak gelar, tetapi semakin sempit akal
  • Semakin banyak pengetahuan, tetapi semakin sempit pada yang baik dan salah
  • Semakin banyak ahli, akan tetapi semakin banyak pula masalah
  • Semakin banyak di temukan obat, tetapi semakin berkurang kesehatan
  • Kita telah melipat gandakan keiinginan, akan tetapi mengurangi nilai-nilai diri
  • Kita terlalu banyak berbicara dan kurang mendengar
  • Terlalu sedikit mencintai dan terlalu sering membenci
  • Kita telah belajar mencari nafkah, tetapi tidak mencari hidup
  • Kita telah mamapu menambahkan tahun-tahun dalam kehidupan kita
  • tetapi gagal membawa kehidupan dalam tahun-tahun kita
  • Kita telah melakukan hal-hal yang lebih besar, tetapi gagal melakukan hal-hal yang lebih baik
  • Kita telah membersihkan udara, tetapi jiwa kita penuh polusi
  • Kita telah menaklukan atom, akan tetapi tidak mampu menaklukan prasangka buruk
  • Kita banyak menulis, tetapi sedikit belajar
  • kita banyak berencana, tetapi sedikit menggapai
  • Kita belajar untuk mengajar, tetapi tidak belajar menunggu
  • Inilah zaman makanan cepat saji dan pencernaan yang lambat.
  • Manusia lebih besar fisiknya, tetapi kecil karakternya
  • Inilah waktunya ketika banyak hal yang di pamerkan dan semakin sedikit yang di simpan.
  • Ingatlah sesungguhnya hidup kita di ukur dengan bebrapa banyak hembusan napas yang kita ambil.
  • Tapi hidup di ukur dengan saat-saat terakhir hembusan napas kit

Sumber : Majalah sabili 2003

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s