WARNA-WARNI’Q

Posted: September 11, 2008 in artikel, PENGALAMAN,Q

Diriku terpatri pada seorang pria. Pria yang selalu memberiku warna pada tiap sisi hidupku. Hidup yang sebelumnya hanya berwarna hitam dan putih. Tak ayal, hadirnya pun selalu aku nantikan. Padanya, kugantungkan hidupku.
Hijau
Awal aku bertemu dengannya. Dari sinilah, kehadirannya memberi warna kesegaran pada hidupku. Semua yang dahulu terasa hampa kini terasa ada. Hari ini, aku mulai bisa melihat warna lain selain hitam dan putih. Hari ini pula, aku merasa hatiku terasa rindang dan asri, bukan gersang seperti yang selama ini aku rasakan. Bagai hutan yang baru tersiram hujan. Waktu yang sering aku bayangkan akhirnya jadi kenyataan. Terima kasih atas warna hijau yang kauberikan kepadaku.

Kuning
Berawal dari hijau, kini beralih menjadi kuning. Semakin aku mengenalnya, semakin cerah pula warna hati yang kurasakan. Bagai kuncup bunga yang menanti untuk mekar. Hari kian terasa cepat. Sementara aku selalu menantikan pergantian hari dengan senyuman mengembang. Tiada hari kulewatkan tanpa senyuman, suatu hal yang paling sulit aku lakukan. Namun, semua itu kini terasa begitu mudah. Ternyata, hidup menjadi indah dengan senyuman…
Biru
Karena hidup dengan senyum itu indah, semua jadi terasa lebih mudah. Kini dia memberiku warna langit dan laut, biru. Seperti lautan yang selalu menjadi surga bagi ikan-ikan di dalamnya, aku pun begitu. Dengan kehadirannya, aku bisa merasakan surga dunia. Hidupku semakin termotivasi. Semua ini membawaku pada kebahagiaan yang tak dapat kutemukan pangkal dan ujungnya. Hidup dengan biru membuatku sukses di mana pun aku berpijak. Di kampus, di rumah, di mana saja.
Pink
Hal yang selalu menjadi pertanyaan dalam hidupku adalah apakah aku masih dapat merasakan semua warna ini tanpa dirinya? Ataukah warna ini juga akan hilang saat dia meninggalkanku? Tak bisa kumungkiri dan kusangkal bahwa aku benar-benar membutuhkannya. Hadirnya merupakan kebutuhan pokok bagiku. Karenanya, aku mulai sadar. Dirinya bukan lagi sekadar teman, sahabat, atau saudara. Tapi, lebih dari semua itu. Kini kusadari, aku mulai terserang virus merah jambu. Aku merasa jantungku berdegup kencang saat dia datang. Aku merasa ada yang hilang saat dia tak ada di sisiku. Bahkan, dia kerap hadir dalam mimpi-mimpiku. Warna inilah yang selalu membuatku tersenyum, susah tidur, susah makan, dan bertanya-tanya sendiri. Apakah ini yang disebut cinta? Kalau iya, betul sekali kata orang-orang, jatuh cinta itu indah…

Merah
Warna yang pink itu kini berubah menjadi merah. Pertanda bahwa perasaanku semakin dalam. Aku makin yakin, perasaan ini bukanlah untuk sehari dua hari saja, melainkan untuk seterusnya. Dan satu lagi yang perlu aku garis bawahi. Dia bukan hanya memberiku warna, tetapi juga mengajarkan cinta.

Ungu
Aku mencintainya dengan mengenang setiap warna dan semua yang ia tinggalkan padaku. Dengan cara itu, aku bisa terus mencintainya tanpa harus kehilangan dia. Aku pun tak perlu lagi takut kehilangan dia. Karena, dia akan tetap tinggal di hatiku selamanya. Aku percaya, aku masih bisa memilikinya tanpa harus menyakiti orang lain…

Abu-Abu
Tapi aku takut dia memberikan warna kelam padaku. Tapi, aku pun yakin karena aku mencintainya. Semoga aku tidak kehilangan semua warna indahku? aku tak mau kembali pada hitam dan putih lagi? Itu bukan harapanku tapi kecemasanku.

Edit this entry.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s